Minggu, 17 November 2019

Fungsi dalam Arsitektur

22072010
Makna Fungsi
  1. Fungsi dalam pengertian sederhana adalah kegunaan
  2. Fungsi juga dapat dimaknai sebagai suatu cara untuk memenuhi keinginan
  3. Fungsi timbul sebagai akibat adanya kebutuhan manusia dalam mempertahankan dan mengembangkan hidup

Fungsi Menurut GEOFFREY BROADBENT
Fungsi adalah apa saja yang diekspresikan dan diinformasikan arsitektur. Ada 6 fungsi :
1. ENVIRONMENTAL FILTER (Penangkal Faktor Lingkungan)
2. CONTAINER ACTIVITY (Wadah Kegiatan)
3. CAPITAL INVESTMENT (Investasi/ Penanaman Modal)
4. SYMBOLIC FUNCTION (Fungsi Simbolik)
5. BEHAVIOR MODIFIER (Pengarah Perilaku)
6. AESTHETIC FUNCTION (Fungsi Estetika)

Fungsi Menurut CHRISTIAN NORBERG SCHULTZ
Fungsi adalah tugas dan pekerjaan yang harus dijalankan oleh sebuah lingkungan Ada 4 fungsi :
1. PHYSICAL CONTROL (Pengendali Faktor Alam)
2. FUNCTIONAL FRAME (Kerangka Fungsi)
3. SOCIAL MILIEU (Lingkungan Sosial)
4. CULTURAL SYMBOLIZATION (Simbol Budaya)

Fungsi Menurut LARRY R. LIGO
Fungsi adalah tugas atau efek yang ditimbulkan arsitektur Ada 5 fungsi :
1. STRUCTURE FUNCTIONAL (Fungsi Struktur)
2. PHYSICAL FUNCTION (Fungsi Fisik)
3. PSYCHOLOGICAL FUNCTION (Fungsi Psikologis)
4. SOCIAL FUNCTION (Fungsi Sosial)
5. CULTURE / EXISTENTIAL FUNCTION (Fugsi Budaya)

Fungsi Menurut JAN MUKAROWSKY
Fungsi adalah segenap potensi arsitektur untuk memberikan makna terhadap lingkungan Ada 5 fungsi :
1. EXPRESSIVE FUNCTIONAL (Fungsi Ekspresi)
2. AESTHETIC FUNCTION (Fungsi Estetik)
3. ALLUSORYFUNCTION (Fungsi Kenangan)
4. TERRITORIAL FUNCTION (Fungsi Teritori/ Batas)
5. REFERENTIAL FUNCTION (Fugsi Acuan)

Makna Fungsi dalam Arsitektur
1. Fungsionalisme Bentuk
     Peran fungsi dalam bentuk arsitektur memiliki makna paling awal. Paling banyak dikenal dan paling lazim.
     “Form Follow Function”
  • Segala rancangan arsitektur terjadi karena fungsi
  • Pembedaan bagian bangunan menurut tujuannya
  • Rancangan bangunan untuk memenuhi kebutuhan manusia
  • Bentuk berasal dari keinginan pemakai
2. Fungsionalisme Konstruksi
      Struktur, konstruksi dan bahan bangunan sampai batas tertentu memiliki kedudukan yang lebih tinggi
      “Form Follow Structure Function”
  • Bentuk berasal dari syarat sistem struktur, konstruksi dan bahan bangunan
  • Menurut penggunaan struktur, konstruksi yang jujur, jelas dan wajar tanpa disembunyikan
  • Rancangan struktur untuk tujuan estetik melalui elemen strukturnya sendiri
 3. Fungsionalisme Ekspresi
      Memperlihatkan GUNA dan STRUKTUR secara bersamasama   dalam arsitektur
  • Bentuk merupakan wujud dari kegunaan / fungsi di dalamnya
  • Bentuk secara simbolik melukiskan fungsi
  • Rancangan bangunan memperlihatkan struktur & konstruksi serta peralatan bangunan secara menonjol
 4. Fungsionalisme Geometris
      Mencoba mengabaikan guna dan memusatkan perhatian pada cara dimana geometri bangunan berfungsi secara   visual.
     “Function Follow Form”
  • Penciptaan bentuk bukan untuk menyesuaikan dengan guna, tetapi akibat penyesuaian bentuk geometris itu sendiri
  • Kesederhanaan bentuk dengan geometri dan bebas dari ornamen
  • Nilai estetis didapat dari pengolahan elemen geometri
 5. Fungsionalisme Organis
      Karya arsitektur tidak hanya fungsional tetapi juga organis(bentuk sebagai suatu proses kehidupan yang alamiah)
      “Bentuk dan Fungsi Identik”
  • Karya arsitektur berwawasan lingkungan
  • Bentuk tercipta dari fenomena alam dan penggalian gagasan dari mahluk hidup
  • Fungsi bangunan adalah aktifitas yang menciptakan bentuk, sehingga bentuk adalah fungsi dari keseluruhan
 6. Fungsionalisme Ekonomis
      Pendekatan ekonomi dalam proses penciptaan karya arsitektur
  • Bentuk terjadi akibat pemakaian peralatan dan bahan secara ekonomis
  • Penggunaan metode dan cara yang paling efektif dan efisien
 7. Fungsionalisme Kultural
      Penciptaan karya arsitektur dengan menempatkan manusia secara sentral
     “Form Follow Culture”
  • Bentuk berasal dari pola perilaku, kondisi sosial budaya pemakai
  • Bentuk dijiwai oleh kehidupan manusia, watak, kecenderungan dan nafsu serta cita-cita

Karakteristik  Fungsi
1. Fungsi adalah Proses
Dalam proses penciptaan suatu karya arsitektur fungsi juga sejalan dengan proses tersebut. Unsur pemakai/pengguna, pemilihan komponen bangunan, penyusunan ruang, pengolahan bentuk dan proses  penciptaan lainnya akan dideteksi dari fungsi setiap aspek.
 2. Fungsi adalah Tujuan
Karena fungsi adalah proses, maka akan mengarah pada satu tujuan dan karenanya arsitektur diciptakan.
 3. Fungsi Adalah Keseluruhan
Fungsi mengacu pada keseluruhan / totalitas karya arsitektur.
 4. Fungsi adalah Perilaku
Dalam sistem arsitektur, fungsi dipengaruhi oleh kecenderungan perilaku yang timbul dalam setiap tahapan prosesnya.
 5. Fungsi adalah Hubungan
Sebagai suatu sistem, maka fungsi berada dalam keterkaitan antara komponen satu dengan lainnya

Pengertian dan Organisasi Ruang dalam Arsitektur

Organisasi Ruang dalam Arsitektur
Organisasi Ruang dalam Arsitektur


Mendengar kata ruang, seringkali kita terkecoh dengan istilah ruangan atau kamar. Padahal sejatinya ruang memiliki pengertian berbeda dengan ruangan. Dalam ilmu arsitektur, ruang adalah hal dasar yang sangat penting untuk diolah oleh seorang perencana menjadi sesuatu yang maksimal.

Baca juga : Arsitektur dalam Film Game of Throne

Pengertian Ruang dan Ruangan

Dilihat dari sudu pandang umum, ruang merupakan bagian dari semesta yang memiliki dimensi 3 (panjang, lebar dan tinggi) dan dapat dihuni oleh bagian terkecil suatu benda (atom).

Dari segi Arsitektur, ruang merpakan bagian tiga dimensi (memiliki panjang, lebar dan tinggi) dibatasi oleh elemen penyusun bawah, samping dan atas sebagai pembatas keluar/masuk ruangan tersebut.

Ruang berbeda dengan ruangan, ruangan hanalah dalam konteks ruang dalam, sedangkan ruang meliputi inerior dan eksteriosnya.

Organisasi Ruang

Penataan ruang dalam suatu wilayah atau dalam suatu bangunan sendiri memiliki beberapa metode organisasi, diantaranya :
Organisasi Ruang dalam Arsitektur
Organisasi Ruang dalam Arsitektur

1. Organisasi Linier

Suatu urutan dalam satu garis dan ruang-ruang yang berulang. Linier artinya garis lurus yang menata ruang berjejer mengikuti arah garis tersebut. Pada organisasi ruang linier, ruang atau masa selalu mengacu pada garis linier yang menjadi patokannya.

Dalam organisasi ruang linier yang biasanya menjadi patokan adalah jalan lurus yang membagi dan menata ruang. Contoh organisasi linier adalah pola bangunan yang ada di pinggir sebuah jalan lurus yang memiliki pola masa linier.

2. Organisasi Axial

Organisasi ruang yang terbentuk berdasarkan garis axis tertentu yang menghubungkan antar ruang dan membuat sebuah pola. Pola axial ini bisa juga merupakan pengembangan dari beberapa pola organisasi ruang linier. Axial berasal dari garis axis atau sumbu tertentu yang membentuk pola ruang.

Contoh organisasi axial adalah pola permukiman di sebuah desa, dimana rumah-rumah penduduk akan terbangun di sepanjang tepi jalan, sementara area yang tidak dilalui oleh jalan biasanya merupakan sawah atau tegalan.

Baca juga : Tips Membuat Ruangan Lebih Indah

3. Organisasi Grid

Organisasi ruang-ruang dalam daerah struktural grid atau struktur tiga dimensi. Grid dapat ditentukan oleh beberapa faktor, seperti letak massa atau ruang, posisi struktur, posisi jalan dan sebagainya.

Contoh organisasi grid misalnya dalam sebuah bangunan hotel, maka pola ruang ditentukan oleh grid struktur yang berupa jarak antar kolom struktur. Penggunaan grid struktur dalam bangunan memudahkan kontraktor meletakan kolom dalam kenyataannya.

4. Organisasi Terpusat (Central)

Sebuah ruang dominan terpusat dengan pengelompokan sejumlah ruang sekunder. Ruang pusat biasanya merupakan ruang dengan hierarki yang tinggi dan sering dianggap penting atau utama. Organisasi terpusat bisa dengan bentuk persegi atau radial.

Contoh organisasi terpusat misalnya pada desain sekolah, dimana terdapat banyak gedung-gedung kelas yang semuanya menghadap ke bagian tengah yang berupa lapangan upacara. Posisi tengah tidak harus merupakan bangunan, bisa saja ruang terbuka yang memiliki nilai penting yang bisa mengikat semua masa di sekitarnya.

5. Organisasi Radial

Sebuah ruang pusat yang menjadi acuan organisasi ruang-ruang Iinier yang berkembang menurut arah jari-jari. Organisasi radial memiliki kemiripan dengan sistem organisasi central, hanya saja perletakannya adalah lingkaran.

Contoh sederhana organisasi radial bisa dilihat pada beberapa stadion sepak bola yang menggunakan tribun melingkar. Pada tribun ini, letak semua pandangan adalah ke tengah, berorientasi pada lapangan yang dianggap paling bernilai.

6. Organisasi Cluster

Kelompok ruang berdasarkan kedekatan hubungan atau bersama-sama memanfaatkan satu cirii atau hubungan visual. Organisasi cluster disebut juga organisasi kelompok ruang homogen yang artinya memanfaatkan ciri fisik yang sama misalnya bentuk, ukuran atau fungsi.

Contoh organisasi cluster adalah pada desain kompleks perumahaan dimana rumah-rumah dengan type dan ukuran yang sama dikelompokkan dalam satu cluster dan dipisahkan dengan rumah lain yang berbeda type dan ukurannya.


Korelasi/Hubungan Ruang

Suatu bangunan yang memiliki ruang, apabila ditempati atau dihuni maka akan terjadi suatu hubungan timbal balik antara ruang dengan penghuni tersebut.

Dalam konteks ini tidak hanya manusia saja yang disebut penghuni ruang, tetapi juga makhluk hidup lainnya yang menempati ruangan tersebut.Karena selain rumah manusia juga ada rumah anjing, kandang sapi, kandang ayam, sampai rumah semut.

Namun dalam konteks manusia dan arsitektur, manusialah yang memiliki paling banyak macam korelasi dengan ruangan karena memiliki cipta rasa dan karsa.Hubungan tersebut dibagi menjadi hubungan secara fisik maupun non fisik (psikis) ruang.

Dalam hal ini arsitek memiliki peran untuk menjembatani antara ruang dengan penghuninya agar terjadi hubungan timbal balik yang harmonis.

Rabu, 18 September 2019

PENGERTIAN ARSITEKTUR MENURUT PARA AHLI



1.Marcus Pollio Vitrovius
Bapak arsitektur dunia yang dikenal lewat De Architecture ini menyatakan bahwa
  • Arsitektur adalah sebuah kekuatan/kekokohan (virmitas), keindahan/estetika (venustas), dan kegunaan/fungsi (utilitas).
  • Arsitektur adalah ilmu yang timbul dari ilmu-ilmu lainnya serta dilengkapi dengan proses belajar.
 .Salah satu cabang ilmu yang mesti dipelajari dalam menelaah arsitektur adalah ilmu filsafat, terutama rasionalisme, empirisisme, fenomenologi strukturalisme, post-strukturalisme, dan dekonstruktivisme. Semua hasil karya yang dihasilkan arsitektur adalah suatu karya seni.https://www.pelajaran.co.id

 2. Y.B. Mangunwijaya (1988:348)

        Menurut Y.B. Mangunwijaya, Arsitektur adalah vastuvidya atau wastuwidya yang berarti ilmu bangunan. Wastuwudya mencakup ilmu tata bumi, tata gedung, dan tata kemudian lintas (dhara, harsya, dan kana). Mangunwijaya juga menafsirkan arsitektur sebagai penciptaan suasana, perkawinan guna dan citra. Arsitektur tidak dilihat dari kemewahan bahan, teknologi, dan harganya. Sebab, dari bahan-bahan sederhana pun bisa memberikan cerminan refleksi keindahan yang puitis dari suatu arsitektur dan jauh lebih bersih dari godaan maupun kepongahan.

3. Henry Maclaine Pont

          Menurut Henry Maclaine Pont, Arsitektur adalah bagian dari pekerjaan manusia dalam membuat suatu guna bagi supaya keluar dan juga untuk menundukkan alam.

4.
Djauhari Sumintardja

         Menurut Djauhari Sumintardja, Arsitektur adalah karya manusia dan bermanfaat pula bagi manusia itu sendiri. Manfaat tersebut terdiri dari manfaat untuk badan dan manfaat untuk jiwa. Manfaat arsitetur untuk badan adalah memberi perlindungaan diri bagi badan. Sementara itu, manfaat arsitektur untuk jiwa adalah memberikan ketenangan, kesejukan,  kenyamanan, dan sebagainya.

5. Augeste Perret

Menurut Augeste Perret, Arsitektur adalah seni untuk mengorganisasikan ruang.

7. Cornelis Van de Ven

     Menurut Cornelis Van de Ven, Arsitektur adalah proses penciptaan ruang yang diciptakan dengan cara yang benar dan direncanakan serta dipikirkan. Pembaharuan dalam arsitektur yang terus menerus terjadi adalah karena faktor konsep-konsep ruang yang juga terus berkembang.

8. Benjamin Handler

      Menurut Benjamin Handler, Arsitek adalah seorang seniman struktur yang menggunakan struktur secara estetis berdasarkan prinsip-prinsip struktur itu sendiri.

9. Brinckmann

         Menurut Brinckmann, Arsitektur adalah kesatuan antara bentuk dan ruang; penciptaan ruang dan bentuk.

10. Sir Henry Wotton

     Menurut Sir Henry Wotton, sebuah arsitektur bangunan harus mempunyai 3 kondisi berikut: komoditas, kokoh, dan menyenangkan.

11. W. Grofius

      Menurut W. Grofius, Arsitektur adalah suatu ekspresi yang paling tinggi di dalam alam pikiran seseorang yang mengandung unsur semangat, kemanusiaan, kesetiaan, dan keyakinan.

12. James Steele

    Menurut James Steele, Arsitektur yang paling dibutuhkan adalah arsitektur yang berkelanjutan (sustainable architecture) dan tidak membahayakan generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

13. Renzo Piano

        Menurut Renzo Piano, gaya arsitektur dibentuk untuk menjadi merek dagang, maka hal itu secara tidak langsung akan menjadi sangkar yang mengekang dan membunuh para arsitek serta kebebasan mereka untuk berkembang.

14. Vitruvius

       Menurut Vitruvius, Arsitektur adalah bangunan yang baik harus memiliki tiga aspek yaitu keindahan/estetika (Venustas), kekuatan (Firmitas), dan kegunaan/fungsi (Utilitas)

 15. JB. Mangunwijaya (1992)

         Menurut JB. Mangunwijaya, Arsitektur adalah astuvidya (wastuwidya) yang berarti ilmu bangunan. Dalam pengertian wastu terhitung pula tata bumi, tata gedung, tata lalu lintas (dhara, harsya, yana).

16 Amos Rappoport (1981)

            Menurut Amos Rappoport, Arsitektur adalah ruang tempat hidup manusia, yang lebih dari sekedar fisik, tapi juga menyangkut pranata-pranata budaya dasar. Pranata ini meliputi: tata atur kehidupan sosial dan budaya masyarkat, yang diwadahi dan sekaligus memperngaruhi arsitektur.

17. Francis DK Ching (1979)

           Menurut Francis DK Ching, Arsitektur membentuk suatu tautan yang mempersatukan ruang, bentuk, teknik dan fungsi.